SITUBONDO -- Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur (Kwarda Jatim) menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak bencana banjir dan angin puting beliung di Kabupaten Situbondo dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 100 paket kebutuhan pokok.
Bantuan tersebut diserahkan melalui Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Situbondo pada 12 sampai dengan 13 Maret 2026, untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.
Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Situbondo pada 7 Maret 2026 lalu, menyebabkan berbagai dampak bagi masyarakat, mulai dari kerusakan rumah, terganggunya aktivitas warga, hingga kebutuhan pokok yang semakin mendesak. Menanggapi kondisi tersebut, Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur bergerak cepat menggalang bantuan dan menyalurkannya kepada masyarakat terdampak.
Ketua Kwarda Jatim Kak Arum Sabil dalam keterangannya menyampaikan bahwa Gerakan Pramuka memiliki tanggung jawab moral untuk hadir membantu masyarakat ketika terjadi bencana.
Menurutnya, Gerakan Pramuka sejak awal berdiri memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat. Ketika saudara-saudara kita di Situbondo tertimpa musibah banjir, maka sudah menjadi kewajiban kita untuk hadir, membantu, dan menunjukkan solidaritas.
"Bantuan ini mungkin tidak sepenuhnya memenuhi semua kebutuhan, tetapi kami berharap dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak,” ujarnya.
Lebih lanjut Kak Arum Sabil menambahkan bahwa nilai-nilai gotong royong, kepedulian sosial, dan pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian penting dari pendidikan kepramukaan yang harus terus diwujudkan dalam tindakan nyata.
“Kami berharap semangat kepedulian ini tidak hanya berhenti pada kegiatan bantuan saja, tetapi juga menjadi inspirasi bagi anggota Pramuka di seluruh Jawa Timur untuk terus hadir dan bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Penyaluran bantuan di lapangan dipimpin oleh Wakil Ketua Kwarda Jatim Bidang Pengabdian Masyarakat, Humas, dan Lingkungan Hidup/Antar Lembaga, Kak Jazuli didampingi oleh Kak Djaka Santosa, Kak Achmat Maskurochman, dan Kak Yusya Giri Pangestu, serta disambut oleh jajaran pengurus Kwarcab Situbondo.
Dalam kesempatan tersebut, Kak Jazuli menyampaikan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan bentuk empati dan respon cepat Kwarda Jawa Timur terhadap bencana yang terjadi di Situbondo.
“Kami dari Kwarda Jawa Timur menyampaikan empati yang mendalam kepada masyarakat Situbondo yang terdampak banjir. Bantuan ini merupakan wujud kepedulian sekaligus respon cepat Gerakan Pramuka dalam membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan,” ungkap Kak Jazuli
Pihaknya menambahkan, bahwa Gerakan Pramuka memiliki peran penting dalam kegiatan kemanusiaan, terutama dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana alam.
“Pramuka tidak hanya mendidik generasi muda melalui kegiatan kepramukaan, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat. Oleh karena itu, kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak,” imbuhnya.
Sebanyak 100 paket bantuan yang disalurkan melalui Kwarcab Situbondo tersebut berisi berbagai kebutuhan pokok yang dibutuhkan masyarakat sehari-hari. Setiap paket bantuan terdiri dari beras 5 kilogram, minyak goreng 1 liter sebanyak dua botol, gula pasir 1 kilogram, sabun mandi isi empat, dua bendel sampo campur, sabun cuci piring, dua buah pasta gigi, serta satu bendel sabun cuci pakaian.
Bantuan tersebut akan didistribusikan kepada masyarakat terdampak banjir di Kecamatan Panji, Kecamatan Besuki, dan Kecamatan Banyuglugur, yang menjadi beberapa wilayah terdampak cukup signifikan akibat bencana banjir beberapa waktu lalu.


Post a Comment