YOGYAKARTA -- Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Kamabida) Gerakan Pramuka DIY, Kak Sri Sultan Hamengku Buwono X, menegaskan tantangan ke depan semakin kompleks.
Menurutnya, perkembangan teknologi, perubahan lingkungan, hingga dinamika sosial menuntut kesiapan untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga beradaptasi secara cerdas.
“Pramuka harus terus bertransformasi. Tidak hanya menjadi tempat belajar keterampilan, tetapi juga ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” tegas Kak Sri Sultan dalam arahannya pada pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2026, Sabtu, 28 Maret 2026.
Arah transformasi tersebut, menurut Kak Sultan HB X, mencakup penguatan literasi digital, peningkatan kepedulian lingkungan melalui aksi nyata, serta penguatan wawasan kebangsaan yang inklusif sebagai perekat keberagaman.
Di saat yang sama, kemandirian perlu dibangun melalui kewirausahaan sosial yang memadukan kreativitas dan kepedulian terhadap sesama.
Kak Sultan HB X menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang tertib, transparan, dan berbasis sistem. Pemanfaatan data dan teknologi menjadi kunci agar organisasi bekerja lebih efektif dan tepat sasaran.
"Kaderisasi pun harus disiapkan secara serius untuk melahirkan pemimpin muda yang berintegritas, peka sosial, dan mampu mengambil keputusan secara bijak," tegasnya.
Kamabida mengingatkan kembali nilai pengabdian dalam Serat Piwulang karya Sri Sultan Hamengku Buwono I. Pengabdian bukan sekadar tugas, melainkan laku hidup yang menuntut keikhlasan dan keteguhan batin untuk rumeksa atau melindungi dan menguatkan kehidupan masyarakat.
“Pada akhirnya, kekuatan Pramuka terletak pada karakter anggotanya. Nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian harus terus dijaga dan ditanamkan,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka DIY, Kak GKR Hayu menegaskan, fokus Gerakan Pramuka DIY pada tahun ini diarahkan pada pembenahan internal organisasi.
Ketua Kwarda DIY menegaskan bahwa hal tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat kualitas pendidikan kepramukaan sekaligus membangun kepercayaan masyarakat.
“Fokus utama kita adalah kualitas pendidikan bagi adik-adik Pramuka, sekaligus bagaimana organisasi ini dapat berdiri mandiri. Dari situ, kita bisa memperluas dampak dan membangun masa depan generasi muda yang lebih baik,” ujar Kak GKR Hayu.
Kak GKR Hayu juga mendorong evaluasi berkelanjutan, baik dalam tata kelola maupun pengembangan program pendidikan. Di tengah ketidakpastian global, Pramuka diharapkan hadir sebagai ruang pembinaan generasi muda yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing.
Melalui Rakerda ini, diharapkan lahir rekomendasi konkret untuk memperkuat peran Pramuka sebagai gerakan pendidikan karakter yang inklusif dan relevan. Dari bumi perkemahan ini ditegaskan, Pramuka DIY siap menjaga nilai luhur sekaligus menjawab tantangan zaman demi membentuk generasi berkarakter kuat. **


Post a Comment