PASURUAN -- Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur (Kwarda Jatim) terus memperkuat implementasi program Pramuka Produktif dengan menjajaki kerja sama di sektor energi terbarukan.
Upaya ini ditandai melalui kunjungan resmi ke PT Santinilestari Energi Indonesia di Pasuruan Jawa Timur, Kamis, 23 April 2026, sebagai bagian dari langkah konkret menghadirkan program kepanduan yang adaptif terhadap tantangan zaman.
Kunjungan tersebut menjadi momentum strategis dalam mempertemukan dunia pendidikan kepanduan dengan sektor industri berbasis teknologi dan keberlanjutan.
Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi program yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga aplikatif serta berdampak langsung bagi masyarakat.
Rombongan dipimpin oleh Wakil Ketua I Kwarda Jatim Bidang Satuan Karya dan Pramuka Produktif, Kak Dr. H. A. Basuki Babussalam, S.H., M.H..
Turut hadir Sekretaris Kwarda Jawa Timur, Kak Bambang Suyanto, S.H., S.Sos., M.Si., serta jajaran pengurus lainnya, yakni Kak Masul Hadi, Kak Yacob, Kak Rochman, dan Kak Yusya. Kehadiran mereka disambut langsung oleh Direktur PT Santinilestari Energi Indonesia, Sandy Hartono, beserta tim manajemen perusahaan.
Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kolaboratif. Kedua belah pihak berdiskusi mengenai potensi kerja sama dalam pengembangan energi terbarukan yang dapat melibatkan anggota Pramuka, mulai dari tahap edukasi hingga implementasi di lapangan.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Gerakan Pramuka Jawa Timur 2026 yang diselenggarakan pada 20 April 2026 lalu.
Dalam forum tersebut, pengembangan energi terbarukan ditetapkan sebagai salah satu prioritas utama dalam program Pramuka Produktif, seiring meningkatnya kebutuhan akan energi ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Kak Basuki menegaskan, bahwa penjajakan kerja sama ini menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem pembelajaran berbasis praktik bagi anggota Pramuka.
“Kami ingin Pramuka tidak hanya menjadi organisasi yang kuat dalam karakter dan kedisiplinan, tetapi juga memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Salah satunya melalui pengembangan energi terbarukan,” ujarnya.
Kak Basuki menambahkan, bahwa kerja sama ini diharapkan mampu membuka ruang pelatihan, pendampingan, serta pengembangan proyek-proyek sederhana berbasis energi terbarukan di tingkat gugus depan.
“Harapannya, adik-adik Pramuka bisa belajar langsung, misalnya membuat panel surya sederhana, mengelola energi alternatif di lingkungan sekolah, hingga memahami konsep keberlanjutan secara nyata,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Kwarda Jatim, Kak Bambang Suyanto menekankan pentingnya transformasi Gerakan Pramuka agar tetap relevan di era perkembangan teknologi yang begitu pesat.
“Gerakan Pramuka harus mampu beradaptasi dan mengambil peran dalam isu-isu global. Energi terbarukan bukan hanya tren, tetapi kebutuhan masa depan. Karena itu, kami akan mendorong program ini menjadi gerakan yang masif dalam lima tahun ke depan,” ungkapnya.
Menurut Kak Bambang, integrasi antara pendidikan karakter khas Pramuka dengan penguasaan teknologi akan menjadi kekuatan baru dalam mencetak generasi muda yang unggul dan berdaya saing.
"Program ini diharapkan mampu mendorong lahirnya berbagai inovasi dari anggota Pramuka, seperti pemanfaatan energi surya, biogas, hingga teknologi ramah lingkungan lainnya yang sesuai dengan potensi daerah masing-masing," ungkapnya.
Lanjut Kak Bambang, langkah ini sekaligus mempertegas peran Gerakan Pramuka sebagai agen perubahan dalam mendukung isu-isu strategis, seperti ketahanan energi, pelestarian lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.
Dengan pendekatan kolaboratif, Pramuka diharapkan tidak hanya menjadi objek pendidikan, tetapi juga subjek yang aktif menciptakan solusi.
"Melalui sinergi dengan berbagai pihak, termasuk sektor industri, Kwarda Jatim optimistis program Pramuka Produktif akan semakin berkembang dan memberikan dampak nyata. Tidak hanya bagi anggota Pramuka, tetapi juga bagi masyarakat luas dalam mendorong terciptanya masa depan yang lebih berkelanjutan," ungkapnya.
Dari sisi industri, Direktur PT Santinilestari Energi Indonesia, Sandy Hartono, menyambut positif inisiatif yang dibawa Kwarda Jatim. Ia menilai kolaborasi ini memiliki potensi besar untuk menciptakan dampak sosial yang luas.
“Kami melihat ini sebagai peluang yang sangat baik. Pramuka memiliki jaringan yang kuat hingga ke tingkat akar rumput. Jika dipadukan dengan teknologi energi terbarukan, dampaknya akan sangat besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan kesiapan perusahaan untuk mendukung dalam bentuk pelatihan, transfer pengetahuan, hingga kemungkinan pengembangan proyek bersama.
“Kami siap mendukung. Ke depan, kita bisa merumuskan bentuk kerja sama yang konkret, baik dalam bentuk pelatihan, program percontohan, maupun kegiatan edukasi berbasis lapangan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Kwarda Jatim, Kak H.M. Arum Sabil, S.P., S.H., M.KL., dalam pernyataan sebelumnya menegaskan, bahwa pengembangan energi terbarukan merupakan bagian penting dari transformasi besar dalam program Pramuka Produktif.
“Energi terbarukan menjadi bagian strategis dalam membangun Pramuka yang produktif, inovatif, dan peduli terhadap lingkungan. Ini bukan hanya program, tetapi gerakan untuk masa depan,” tegasnya.
Menurut Kak Arum, Pramuka harus hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan global, termasuk krisis energi dan perubahan iklim, melalui pendekatan edukatif dan partisipatif.
"Ke depan, program pengembangan energi terbarukan ini dirancang untuk dapat diimplementasikan hingga tingkat gugusdepan. Bentuk kegiatannya meliputi edukasi berbasis kurikulum nonformal, praktik lapangan, hingga pengembangan teknologi sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun masyarakat," tuturnya. **


Post a Comment