Serukan Aksi Nyata Berbasis Global: Kwarda Banten Dorong Pramuka Aktif Dokumentasikan Program Scout for SDGs

Saya yakin di antara kakak-kakak semua pernah atau bahkan sering melakukan aksi nyata yang berkaitan dengan lingkungan, hanya saja mungkin aksi tersebut belum terdokumentasikan dan belum dilaporkan,"
Info Pramuka - Tegas Sekretaris Kwarda Banten, Tubagus Rahmat, saat membuka sesi sosialisasi strategis di hadapan para anggota Pramuka. Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Banten secara resmi menggelar Sosialisasi Scout for SDGs (Sustainable Development Goals) di Gedung Kwarda Banten. Kegiatan ini menghadirkan 100 peserta terpilih yang terdiri dari unsur pimpinan kontingen cabang (pinkoncab), pembina pendamping (bindamping) Jamnas XII, serta perwakilan Penegak dan Pandega dari Dewan Kerja di delapan kabupaten/kota se-Provinsi Banten.

Forum strategis ini difokuskan untuk menggenjot pemahaman serta mengaktualisasikan program pembangunan berkelanjutan ke dalam kerja-kerja nyata di tingkat basis. Dalam pemaparannya, Tubagus Rahmat yang juga berstatus sebagai National Certified Lifeleader Facilitator menyoroti kelemahan krusial organisasi dalam hal pencatatan data. Selama ini, banyak aksi lingkungan dan sosial yang digagas anggota Pramuka hilang begitu saja tanpa rekam jejak digital yang terstruktur.

Padahal, pelaporan melalui akun Scout for SDGs menjadi instrumen penting untuk mendongkrak akumulasi jam layanan Pramuka Indonesia di mata global. Dukungan struktural terhadap program ini ditegaskan langsung oleh Ketua Kwarda Banten, Prof. Suwaib Amiruddin. Ia menyatakan bahwa instansinya tidak akan berhenti pada tahapan sosialisasi seremonial, melainkan langsung membentuk unit khusus untuk mengawal implementasi di lapangan.

"Kwarda Banten mendukung penuh Program Scout for SDGs, dan ke depan akan dibentuk tim percepatan yang diharapkan dapat mengawal, mengkoordinasikan, serta memperkuat implementasinya di seluruh wilayah Banten,"ungkap Prof. Suwaib Amiruddin dalam arahannya.

Tim percepatan tersebut diproyeksikan menjadi jembatan koordinasi lintas Kwartir Cabang hingga tingkat Gugus Depan. Ruang lingkup aksi yang didorong mencakup isu-isu riil di daerah, mulai dari penghijauan lahan kritis, tata kelola sampah mandiri, perlindungan sumber air, penguatan ketahanan pangan lokal, hingga konservasi ekosistem pesisir yang membentang di wilayah Banten.

Melalui sinergi antara aksi lapangan yang masif dan pelaporan digital yang tertib, Kwarda Banten berupaya mentransformasi peran Pramuka agar tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan. Gerakan Kepramukaan di daerah kini didorong untuk memposisikan diri sebagai agen perubahan struktural yang berkontribusi langsung pada pencapaian target pembangunan berkelanjutan tingkat nasional maupun global.

Kirim Komentar

Previous Post Next Post